SIBAK SEULANGA

 “Suatu Wilayah Yang bisa dikatakan jauh dari kemajuan, tidak ada listrik, internet, TV, dan kendaraan baik roda 4 maupun roda dua. Sebuah desa yang sekeliling subur ditumbuhan berbagai kebutuhan pangan. Kehidupan yang damai, tentram dan sejuk. Warga yang penuh tata krama, adat yang lekat, Agama yang kuat. Dan kelebihan desa yang mampu bertahan di era Modern mampu bertahan dan mempertahankan kehidupan mampu mengimbangi kemajuan teknologi dengan imajinasi mereka yang bias dikatakan modern sebagai contoh di era kita mengalirkan air dengan mesin perkamar mandi masing2, sedangkan mereka dengan kincir air yg bersumber dari sungai sekitar perkampungan mereka yang menyalurkan air tersebut ke masing-masing rumah. Sebut saja pahlawan kampung dengan nama Cut Riani seorang gadis desa, Jahil, keras kepala, imajinatif, aktif, dan ramah. Dan teman2 seperjuangan dg nama teungku Rafi Pejaka Introvert tapi menaruh hati pada Nina, Sahir seorang pejaka aktif, jahil, aktif, dan Setia sepupu Nina. Nina Seorang Gadis Tomboi, Memiliki kepribadian diam namun inovatif dan juga diam2 suka pada Rafi. Dan satu lagi Pahlevi seorang pejaka tua yang selalu melindungi mereka saat mereka melakukan sesuatu, dan pahlevi merupakan jaguar kampung yang pemberani tak takut apapun kecuali Wanita yang merupakan Ibu nya.

Ini Lah Cerita Kami : Suatu Pagi saat Matahari terbit kami semua melakukan aktifitas seperti biasa nya, Bermain, Menjahili satu sama lain dan menghidupkan Pemikiran kami tentang Dunia Luar yang kami sebut Luang Angkasa /Kota.

Cut Riani (CA): Cut Bang Levi (Pahlevi), Apa kita gak bisa mencarikan informasi di luar Angkasa ? apakah kehidupan mereka bagaimana dan seperti apa ?

Pahlevi (PV) : Ha?? Kamu kamu keluar Angkasa Ri ?

CA : Iya Cut Bang, Ri Mau Menghidupkan Kampung kita, dari mengembangkan Penerangan sampai fasilitas kesehatan. Kasian Mak wid selalu kewalahan nyarin obat.

Yang masih pada kesibukan sendiri, bermain di pinggir kota, dan salah satu mengagetkan dari belakang :

Nina : (mendorong) riiiii… serius sekali ? sambil menangkap dorongan dg senyuman dan manja sembari memeluk erat.

Pahlevi kaget karena melihat riani hampir  jatuh dan mencoba menyambut di tempat..

CA : Aaaaaaaa… Nina, Kamu ngagetin Aku tau. Sambil menghela nafas kaget.

Nina : Lagi Omongin Apa sih, ampek kamu gak sadar aku di belakang kamu?

….

Pahlevi menyambar kepala nina dg keras. Sambil berkata, “Dasar kamu, buat kaget aja”. Sambil ketawa ngelihat ekpresi kaget Riani.

Dan mereka Berbincang santai, Teralih pada topic pembicaraan.

Tiba mereka tegang saat di waktu yan sama tiba2 sebuah Heli jatuh tepat di dekat sungai dan Hampir mengenai Kincir Air yang sudah susah di buat mereka dg warga lain, dan tersadar Rafi dan Sahir sedang berada di sekitaran Kincir, saling bertatap dan Menjerit

CA, PV, NN : Rafi, Sahir, Awassssssssss…………….

Brummmmmmmmmm……..  Suara hempasan… dan semua hancur tempat terjatuhnya heli.  Dan semua kena dampaknya. Dan terhempas….

Heli Pun Meledak, membuat Rafi, sahir, Riani, Nina, Pahlevi terhempas. Nina terlindungi Pahlevi karna dekat, namun tak menjangkau Riani.

Posisi mereka jauh dari perkampungan itu, sehingga tak menarik perhatian, namun ada getaran kekhawatiran pada ibu masing2 anaknya yg terkena dampak.

Nina ketakutan karna hanya dia yg tidak kena krna di lindungi Pahlevi, dia lihat sekiling seketika berkabut, dan mencoba menyadarkan pahlevi yg setengah sadar, sambil menangis menarik ke tempat yang aman. Dan mencari teman teman lain. Dia meronta menjerit ketakutan. Sedangkan di posisi rafi dan sahir mereka aman karna hanya terkena anginnya dan tak merusak apapun sekitar mereka krna pesawat hanya melewati bukan menubruk. Mereka langsung ketempat riani dan temen2 lain.

Dalam Kabut, Rafi dan sahir : Ri.. cut bang ?? kalian dimana ??? sambil mencari, dan nina mendengar suara mereka langsg mencari sumber sambil berteriak.. “Rafi, sahir.. tolong kalian dimana??” berulang sampai mereka bertemu dan nina memeluk Sahir yang merupakan adik sepupunya”

Sahir : Kamu baik2 saja kak ?

Nina : iya Aku baik2 saja, pahlevi melindungi aku, sambil terisak.. tapi dia terluka dan setengah sadar, Tolong temukan Riani, aku blm menemukannya.

Semua bergegas, Sahir: Fi, Tolong kamu dan nina ketempat cut bang dulu, aku mau cari Riri.

Semua bergerak sesuai dg arahan.

Setelah keliling mereka menemukan Riani, tepat diatas pohong Rindang, dan dia tersangkut, tanpa tau riani sudah tidak sadarkan diri karna hempasan di belakang kepalanya padahal pendarahan sudah terjadi.

Rafi Menghela nafas sambil mengejek temannya itu: Woi Monkey kamu ngapain sih di atas itu? Hayuk Turun.. sini aku kasih pisang Raja. (Riani Suka Pisang Raja)

…… Tak ada respon.

Seketika Rafi langsg mendekati dan tersadar temennya tidak sadarkan diri, dan beberapa mengoyangkan tubuhnya.

Rafi : Ri.. Bangun Ri, Kamu kuat, masak kalah sama Angin.. Ri Banguuuuuuuuunn.. Ririiiiiiiiiiiiiiiiiii………jeritan Rafi terdengar oleh temen mereka, dan mendekati riri.

Rafi Kemudian mengangkat tubuh riri dan bru terlihat darah. Dan dia Panik seketika karna Rafi Pobia pada Darah… dan waktu itu langsung di sambut Sahir dan di tenangkan Nina.

Persahabatan mereka kuat, mengerti satu sama lain dan melengkapi.

Sahir : Nina kita ketempat cut bang dulu, bopong Rafi. Kita kesana, Riani butuh pertolongan Cepat. Kita kumpul dulu di tempat cutbang.

Mereka berlari dan berkumpul. Cutbang perlahan Sadar, dan melihat sekitar sembari tak percaya, dan tersadar tak ada siapapun.. dan dia mulai melihat kiri kanan, terlihat tubuh berlari mendekati..

PV : Sahir ?? riri kenapa ? mana Nina dan Rafi ?

Sahir : Mereka tidak kenapa2 cutbang, mereka di belakang aku, Tolong Riri bang kayaknya dia terluka parah di kepala dan lengan kanannya.

PV : Ya Allah, innalillah.. musibah Apa ini ?

Sahir : Cut Bang gimana keadaan ?

PV : Terluka, tapi bukan masalah.

Akhirnya semua sampai, nina berhasil menenangkan Rafi.

Nina : Cutbang, Aku Cari Tumbuhan utk menghentikan pendarahan, Rafi Tolong Ambilkan Air, dan Sahir Lihat Heli Mungkin ada Korban yg masih selamat. Cut bang Tolong sadarkan riri dan tekan pendarahannya. Kita harus menghentikan pendarahannya dlu.

Semua : Baik.

Semua sibuk dengan Tanggungjawab. Dan nina juga mencoba cepat mencari tumbuhan Perdu yang bisa menghentikan pendarahan.

Mereka berkumpul.

Sahir : Cut bang, di heli tak ada yang selamat, semua terbakar. Tapi tidak membahayakan hutan. Krna jatuh di Rawa yang masih ada air. Tapi aku mendapati ini.. (Perangkat Elektronik, Koper yang berisi HP, dan IPAD).

PV : yasudah nanti kita cek lagi setelah Riri Aman.

Rafi sampai, dan nina pun sampai setelah 5 menit rafi sampai.

Nina : Cutbang ini obatnya, tolong abang remas sampai keluar sarinya, aku akan membersihkan luka nya biar tidak infeksi.

Nina dibantu Sahir menduduki riani agar aman, dan mereka membasuh kepala nya dg air dg pelan, dan nina memeriksa anggota tubuh lain untuk mengecek.

Nina : Hir.. tutup Mata kamu, aku mau periksa nina apa ada luka lain.

Nina terkenal wanita pintar dan inovatif, dan tindakan tenangnya dalam mengerjakan sesuatu karna ketenangan baginya adalah pertolongan agar kepalanya bisa berpikir.

Setelah memeriksa, dia mendapati tangan kanan riani luka tergores cukup parah. Tak ada yang patah. Dia tenang.

Nina : Riri punya luka parah di lengan dan kepala, namun tidak membahayakan nyawanya. Dan semua tenang.

Semua terkendali, kepala nina terbaluti, dan lengannya juga. Cutbang pun sudah di obati. Perlahan nina sadar saat Matahari sudah tidak berada di atas kepala atau sekitar jam 2 lewat.

Semua Melihat riri yang perlahan membuka mata

Nina : Ri.. Hallo ri, kamu akhirnya sadar, aku sungguh takut kehilangan kamu.

CA : Sembari senyum, ….. Masak sih, Kalau gk ada aku gimana kamu ketemu dg Rafi.

Nina kesal dan memerah, dan Rafi pun tak kalah memerah pipiny sembari malu. Sambil mengambil Posisi duduk. Melihat sekeliling dg wajah khawatir.

CA : Hayo Lah.. Aku gk kenapa2, kenapa kalian memasang muka seperti aku mau mati sih ?

Semua histeri sambil memeluk, termasuk Cutbang.

PV : Gadis Nakal, Kamu gampang berbicara. Apakah kamu tau khawatirnya kami kehilangan gadis cerda, cerewet, iseng, dan jelek seperti kamu di kampung Permai ini…

Dan semua terharu sambil memandang dan tenang akan kesadaran riri yang memecahkan suasana di sekitaran temenannya sambil menanahan sakit yang dirasakan.

CA : Au.. kalian memeluk erat, dan itu Sakit.

Semua melepaskan dg Senyuman dan meminta maaf secara bersamaan.

CA : Oia bagaimana keadaan Kincir air nya ? apa ikut hancur ? setetlah melihat kehancuran sekelilingnya.

Rafi : Aman Ri.

Sahir : Kamu harusnya memikirkan diri Kamu dulu bukannya kincir.. sambil menghela nafas dg kebiasaan riani yg hanya mementingkan kepentingan orang lain selain dia.

Nina : Iya ri.. kamu harus pikirkan kondisi mu.

PH : Hampir Mejitak namun Sadar kondisi riri dan menjitak kepala Rafi yg dekat dg dia. Karna gemes.

Rafi : Au.. Sakit cut bang, sambil bingung apa salahnya.

Dan mereka saling memandang dan tertawa bersama.

CA : Cutbang… bantu aku berdiri, dan bawa aku ketempat sumber musibah ini.

Dan mereka pun pergi ketempat heli jatuh dan sahir jadi pemandu ke tempat TKP.

Sesampai disana …

Mereka kaget .. Heli rusak, dan tak ada apapun yg terlihat selain bangkai heli yg rusak.

CA : Kekacauan yg luar Biasa. Sambil menahan sakit agar temen2nya tidak mengkhawatirkannya.

Sahir : Ya sangat kacau, dan hanya ini yg aku temukan.

Memperlihatkan yg di temukan sahir.

Nina : Pertanda apa ini ?

Rafi : Nina.. kamu tenang saja, ini hanya musibah bukan pertanda apapun.

Tanpa mereka sadari Heli itu berisi pengemudi dan penumpang. Dan penumpang terlempar jauh dari tempat heli, dan terlempar antara semak belukar. Seorang pria yang Ganteng, Tinggi, rambut di cat dan dia pria yg tinggal di dunia modern.

PH : Hir, Kamu bener gk nemu apapun. Mgkn ada korban yg terbakar atau apa.

Sahir : Aku Tidak menemukan apapun.. krna pas aku kemari, heli terbakar dan aku hanya melihat api saj. Mgkn mereka terbakar.

Rafi : Apa kita laporkan pada kepala desa ?

CA : Jangan…  ini akan membuat keributan, seperti kalian tau kepala desa kita seperti apa.

Dan mereka menghayal bersama, kalau kepala desa mereka Kacau, Rame akan hal kecil apalagi hal besar, dan bisa membuat kacau satu kampung. Dan mereka tersadar sambil bergeleng.

All : Tidak…. Dg ekpresi aneh masing2 mereka kecuali cut bang yg tidak berekpresi biasa.

CA : Oke Sekarang kita cari sekeliling dlu dg berpencar. Ada pengemudi pasti ada penumpang. Cari Radius 1 km dari jatuhnya pesawat. Pasti ada petunjuk,dan Kita punya waktu 2 jam sebelum hari gelap. Dan berkumpul di kincir air.

All : Siap….

Mereka berpencar kecuali riani di damping Sahir.

Semua mencari, selama 1 jam lebih mereka tdk menghasilkan apapun.

Dan akhirnya mereka berkumpul.

Nina : Aku tidak menemukan apapun, bagaimana kamu Rafi ?

Rafi : Menggeleng.. dan melihat PH.

PH : Menggeleng…

Sahir dan Riani : Jg menggeleng.

PH : Yasudah hari sudah gelap, kita pulang. Besok kita lanjutkan dan bawa beberapa warga utk membantu, keadaan ini mereka juga harus tau.

Semua menggeleng, dan pulang.

Ternyata orangtua mereka dapat firasat buruk, dan dalam keadaan tidak tenang. Dan mereka mencari anak2nya sambil bertanya ke tetangga. Dan hasil nihil. Dan ketika hendak pulang ibu riani melihat dari jauh, dan merasakan Firasat anaknya sedang menuju kampung dg keadaan terluka dan langsg berdoa semoga ini tidak bener.

Sambil melihat kejauhan dan melihat Ph, Rafi, Sahir, hatinya menjerit melihat balutan dikepala di popoh Nina dari kejauhan. Ibunya berlari sambil menjerit dan menjadi pusat bagi sekitar.

Ibu CA : Riani.. Kamu kenapa nak ? Apa yg terjadi sambil berharap jawaban di sekitar.

Temen2 nya dia Menunduk dan PH maju dengan Menjelasin, sambil membantu mepopoh riani kerumah.

Sampai di rumah Riani lega, dan Langsung pingsan, karena gk sanggup menahan rasa sakit.

Dan di tak sadarkan diri selama 5 Hari.

Selama tak sadarkan diri ternyata kampung mulai Ribut, karena ditemukan korban. Dan korban tersebut tinggal di rumah kepala Desa sambil Menerima Pengobatan karna memiliki Luka sikujur tubuhnya, dan lemas karna dia ditemukan sehari setelah kecelakaan itu.

Perlahan Sadar, dan melihat wajah lemas ibu nya yang di samping, dan Rafi.

CA :  Mak ? Aku Lapar….. (kata pertama agar ibu nya semangat kembali )

IBU CA :  Memeluk.. menangis, anak nakal, disaat seperti ini kamu masih punya selera makan. 

Dan ibu nya sadar kalau anaknya tidak suka melihat ibunya memiliki ekpresi khawatir, langsung menghapus air mata dan sembari senyuman paksa.

IBU CA : Baik Ibu akan masakkan kesukaan kamu, Nak Rafi tolong Jaga Riani biar gk nakal ya…

Rafi : -rafi tersentuh dg tanggap ibu nya rafi.. sambil mengikuti drama tidak ada apa2-.. Siap ibu.. jika dia bandel aku akan mengambil semua makannannya.

CA : -Cemberut-… Jangan berebut makanan Ku.. aku akan marah …

Dan mereka pun tertawa.

CA : Oia Rafi, Dimana yang Lain ? apa mereka baik2 saja?, apa ada kehebohan missal ? bagaimana dengan Pak RT ? dan,,,

Rafi langsung menutup mulut riani..

Rafi : Terlalu banyak pertanyaan, dan aku tidak akan menjawab karena aku tidak bisa ingat seribu pertanyaan sekali tarikan nafasmu ….

CA : -mengehela nafas- … maaf. Sudah berapa lama aku tidur ?

Rafi : Sudah 5 Hari ri, temen2 berganti menjaga kamu, hari ini giliran aku. Dan aku udah sampaikan kamu sudah siuman kepada temen2.

Blm habis bicara, satu persatu sampai dan memeluk Riani, dengan senang.

CA : Kalian Ingin membunuh ku dg pelukan ?

Nina : Ya, Kamu Bandel.

Sahir : Aku akan terus meluk kamu jika kamu akan berjanji tidak bandel.

PH :  Aku akan membunuh Mu jika membuat ku khawatir lagi.

Dan mereka pun tertawa, dan di depan kamar mamak riani juga menangis mendengar semangat dan kesetiannya temen2nya pada riani.

Ibu CA : Duduk dulu, Riani itu bukan anak manja, nanti besar kepala kalau kalian mengerumuninya, dan dia akan pura2 tidur lagi utk kedepannya. Ini minuman kalian, minum dan makan apa adanya dulu, tante lagi masak makanan kesukaan riani, kalian juga harus ikut makan.

CA : Mamak ih,,, sebel ah.. -sambil merengek-

Dan semua tertawa.

Mereka makan sambil bercanda, dan semua kenyang dengan perut yg bahagia tapi semua menyembunyikan ekpresi kekhawatiran mereka, karena mereka sadar sesuatu. Bahwa riani akan mengalami kondisi fisik yang menurun di akibatkan oleh jepitan saraf. Dan hanya ibu dan sahabatnya yang tau, dan mereka menahan itu semua.

CA : Huh… Kenyang.. Masakan Mamak emg Terbaik.

All : Iya.. terbaik. Dan mereka seperti babi kekeknyangan.. malas2an.

CA : Cutbang… gimana keadaan habis kecelakaan.

PH : -memandang saling menginfokan rahasia jgn terbongkar- Aman…. Korban heli juga ditemukan besoknya oleh warga. Suasana hari pertama heboh.. namun terkendali di hari kedua.

CA : Syukurlah.

Nina : Kamu jangan trlalu berpikir keras dulu ri, Biar luka kamu cepat sembuhnya.

CA : Siap Ibu dokter cantik,, senyum senang.

-semua sekilas memasang wajah sedih- dan menyadarkan riani yg cepat peka dalam byk hal.

CA : Ada apa ? kalian menyembunyikan sesuatu ?

Dan semua tersentak kaget akan kepekaan riani, langsg berAkting seakan tidak ada apa2, dan nina mengalihkan pembicaraan.

Nina : Tidak ada.. yang ingin kami sampaikan, korbannya Bule, ganteng tinggi, putih bersih. Sambil melirik lainnya utk menggoda Riani yang sk pria tinggi putih.

Sahir : Ya… aku akan menyembunyikannya dari kamu.

Rafi : Aku akan menjaga riri agar mereka tidak bertemu.

PH : …..-senyum lega-…

CA : Argghhh…. Sialan. Kalian mengejek Ku.

PH : sudah sore, kita harus pulang.

All : ya.. kita harus pulang.

CA : Loh Aku masih harus menanyakan bbrpa hal ? – Muka tak Puas-

PH : Riri nakal istrht, kamu bru siuman. Besok kita kemari lagi ya..

CA : - kecewa tapi senang- Baik lah, terimakasih. Sambil memeluk satu2.

Semua keluar dan saling menguatkan satu sama lagi dan berjanji menjaga rahasia demi kesembuhan.

PH : Rafi antar nina ke rumahnya, aku dan sahir ke rumah kepala desa, dan kamu langsg pulang kermh jangan menyusul kami.

Rafi : Baik Cut bang.

-------- Di rumah Kepala Desa

Sampai rumah kepala desa, dan mengobrol biasa.

Korban/Rifai : hallo Levi, Terimakasih sudah menolong saya

PH : sama2 bule…

Korban/Rifai : Ketawa kecil.. aku bukan turis, aku asli Indonesia, perkenalan kita kurang legkap di awal pertemuan karena kondisi.

Memperkenalkan diri dengan sopan dan lengkap.  Waktu sudah hampir gelap, dan PH meminta izin Pulang.

--------- Malamnya

Ibu CA : Nak gimana keadaan kamu ? Apa ada yg sakit ?

CA : Tidak ibu, aku merasa lebih baik.

Ibu CA : Baiklah … istrhat dan tidurlah…. Gudnite Gadis Nakal

CA : Nite ibu ….. mmuach

-------- Esok nya

Pagi hari CA merasakan Sakit kepala yg luar biasa, dan itu membuatkan menahan suara jerit agar tidak membangunkan ibu nya, padahal ibu nya melihat rintihannya karena sudah lbh tau efeknya. Dan menahan tangisan di balik agar anaknya tidak sadar keberadaaannya.

Dan ittu berlangsung 5 menit, dan waktu yang paling menyiksakan bagi riani, perlahan hilang dan riani kelelahan krna melawan rasa sakitnya.

Toktoktok.. Naka pa sudah bangun? Sholat subuh dulu..

CA : -Menahan getaran suara- iya ibu…

Dan mulai saat itu berubahlah dunia Riani, dan mejadi titik kehancuran nya.

Setelah beribadah riani keluar seperti biasa, membantu dan melakukan pekerjaannya seperti nyuci piring, menyapu, mengepel, dan ketika hendak menyuci pakaian. Sang ibu langsung melarangnya

Ibu CA : Jangan kamu pegang kerjaan ini dulu.

CA : kenapa Mak ? Aku sudah baikan kok, cukup tenaga utk menyuci yg gk seberapa capek ini.

Ibu CA : Jangan buat mamak tambah khawatir, kamu bru siuman, pulih kan tenaga tubuh mu dulu ya.

CA : -Semakin yakin ada sesuatu- Baik Mak…. Aku akan mandi dan keluar menghirup udara.

Ibu hanya senyum dan menggeleng sambil menahan.

Dan riani setelah mandi

CA : mak keluar dulu ya, ke rumah Cut Bang.

Riani berjalan menuju rumah cutbang. Sesampai disana dia melihat cutbang sedang olahraga, dan sifat jahilnya mulai bermunculan.

CA : Cut bang kamu menyembunyikan sesuatu, kamu rasakan ini.

Menyusun taktik mengerjai cut bang dengan menggunakan ibu cutbang.

CA : Makwo.. makwo sambil menangis, dan

PH : -kaget dan merasa firasat buruk- apalagi ide gadis nakal ini….

Ibu PH : Levi.. kamu…… sambil membawa kuali item..

Ph : Ampun mak, ada apani ? levi salah apa ?

Ibu PH : Masih nanya, kemana Kuali mak yang biasa goreng kerupuk. Kamu gk ada habis2nya buat tingkah, udah tua bukan mikir nyari calon istri malahan ilangin panic mak satu persatu…

PH : -Kewalahan- Ampun mak…. Rianiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

CA : -sambil menuju tempat ronda- hhaaaaaaaaaa….

Sambil tertawa, dari kejauhan melihat pria duduk di ronda kampung, dan melihat.

CA : eits… udah pd absen jam segini ? mimpi apa si rafi. Dan terbesit mengerjain Rafi.

CA : Nahhh… mangsa kedua … emg org baik membasmi kalian yg menyembunyikan sesuatu… dia langsg megambil pewarna merah, mewarna kepalaya.

Perlahan menuju ronda.. dan perlahan mendekati.. dan

CA : Fi… tolong fi sambil menarik keras.

Dan mereka pun terpeleset bersama..

Aaaaaaaaaaaaaa….. dan kita bangun sambil marah dan memandang rafi… mereka menjerit kedua kali.

CA kaget krna bukan rafi, Rifai kaget karna yg mendekati nya berdarah. Dan ternyata rifai juga pobia darah.

Saling menatap

CA : Kamu Siapa ?

Rifai : Kamu yang siapa ? Sana jauh2 jangan dekat Aku –menanahan getar-

CA : -Langsung Peka-  Kamu takut darah ? –merasa bersalah- lansung menghapus cat krna dia hanya iseng pada temen dekatnya saja.

Rifai : Gak.. Pergi sana dasar orang gila. –sambil berdiri dan bersihakan tubuh yang kotor-

CA : -tersulut emosi sambil lap cat- apa? Coba ulang, sialan ini cat susah amat hilangnya

Rifai : -Marah karna di tipu- GILA , dan pergi meninggalkan CA.

Ada tawa di belakang, dan itu suara sahir.

Sahir : Hhahaaaaa…… Ri iseng bener pagi2, ampek salah sasaran.

CA : -Cemberut- -misi gagal-  dasar… sahir kamu daritadi menonton kan ?

Sahir : Ups,, ketahuan ya… hahaaa –sambil membantu lap-

CA : Jahat…

Sahir: iya maaf, sini aku bantu.. aku ada minyak tanah nih..

CA : kamu mau bakar aku idup2 ?

Sahit: Hust.. jangan2 keras2, entar ketahuan..

CA : -melonggo- … hah

Sahir : becanda, sini. Aku td lagi beli minta tanah, utk stok penerangan nanti malam.

CA : huh.. Andai ada menerangan selain lampu neon, pasti kita gak akan ribet begini ya.

Sahir : iya… -berpikir-

Ca: oia tadi itu siapa ? warga baru?

Sahir: Bukan, dia itu penumpang heli.

CA : Hah.. pria songgong itu korban. – kesal-

Sahir : iya… kamu gk apa2 kan, td lumayan keras loh saat kalian jatuh.

CA : Gk, aku baik2 saja.

Sahir: Pagi2 kok sudah iseng sih ?

CA : habis kalian menyembunyikan sesuatu dari aku, dan aku tau.

Sahir : -Kaget- Maksud kita menyembunyikan apa ?

CA : Aku mana Tau, cm aku ada firasat aja.

Sahir : -Lega- Jangan terlalu berpikir keras, semua baik2 saja kok. Nah selesai, aku antar ini dulu baru kemari lagi ya.

CA : Baik..-gak puas-

Perjalanan pulang sahir mempercepat langkah, dan pergi ke rumah mereka dan mengumpulkan mereka. Tanpa sadar riani mengikuti nya dari blkg.

Dan akhirnya dia mendengar pembicaraan kenyataan dari mereka, dan dia tersayat. Dia senang bahwa temen2 mengkhawatirkan keadaannya, tpi kekecewa juga dating dengan persahabatan yg tak menyembunyikan apapun tp mereka menyembunyikan kenyataan Bahwa dia akan perlahan kehilangan ingatannya krna efek dari benturan itu.

Dia menahan itu, agar tidak ketahuan, dan dia kembali ke Ronda. Saat dia duduk dan berpikir bahwa dia blm tau kenyataan temennya berkumpul, dan mereka melakukan perkumpulan seperti biasa, dn cut bang blm sampai karana kenakalan riani membuatkanya telat.

PH : Ririiiiiiiiii… mana kamu, aku akan membunuhmu, sambil mengertakan gigi dan jari2.

-semua kaget, dan bingung-

CA : -Meminta perlindungan Rafi- fi lu paling gedek diantara kita, tahan cut bang…

Rafi : -bingung- Ada maslah apa ? ceritakan baru aku akan melindungi mu..

Riani menceritakan, dan semua ketawa.

CA : Ayolah kalian jgn tertawa dulu, tahan kan dulu cutbang, aku gak mau ketak jitakkannya yang kasar.

All : Gak.. Kamu rasakan dlu.

CA : -Kaget- Ahhh… duh gimana ni, Cut bang Maaf, I Love you cut bang

sambil mencoba kabur, dan menabrak Rifai yang lagi mau ke warung yang melewati Pos Ronda..

Rifai dan CA : Aaaaaaaaaa….. –kaget dan histeris- Kamu Lagi ?

PH : Riri.. alam tidak mendukung mu kabur dari amukan ku. –menangkap Riani dan menjitak-

CA : Ampun Cut bang, riri ngaku kalah, kedepan gak akan bocorkan rahasia ilangnya centong, kuali atau apalah nya yg punya makwo.

PH : -puas dan melepaskan-  Pinter, dan tumben Cepat jinaknya

CA: -Cemberut- -melihat rafai sambil melotot- Kamu sumber kesialan ku ..

Rifai : -mengabaikan Riani- Hallo bang levi.

PH : Pagi Fai, maaf ya Riri nabrak kamu, ini aku kenalkan kalian.

CA : Gak Perlu..

PH : -Kesal- -melotot-

CA : Diam dan menurut.

PH : dia Rifai Koban Jatuh Heli, Rifai ini Riani yang kena dampak dari kecelakaan Heli.

CA : Hallo rifai, salam kenal, dan maaf soal tadi pagi. Itu kesalahan aku

Rifai : Bagus Kamu Sadar dan mengakui.

CA : -tersulut Emosi- apa kamu bilang?

PH : udah Ri,, masih pagi –sambil menahan-. Rifai hayuk gabung disini..

Rifai : Makasih cut bang, aku mau kewarung sebentar, tadi di suruh kepala desa. Dan stelah itu aku mau ke hutan, disana ada jaringan, jadi aku bisa minta bantu untuk di jemput kemari.

PH : Baik lah, kami akan menemani Mu, tidak aman pergi sendri.

Rifai: Baik..

Dan rifai pergi namun riani masih kesal

CA : Cut Bang apa2an sih, kok bela dia sih, harusnya kan aku ?

PH : Abang tau kamu ri, mana mungkin warga baru berani ngerjain kamu kalau bukan kamu dluan gadis nakal.

CA : -terdiam- baiklah.. ini salahku

Dari kejauhan rifai menjawab : Baru sadar -sambil mendekati dan mendekati wajah riani- kamu hutang maaf donk gadis nakal,, ketawa kecil.

CA : -kesal Malu- Kamu….. –menahan karena di belakang rifai ada cut bang-

Dan lain ikut tertawa..

PH : Hayuk Jalan….

Dan semua jalan, sepanjang jalan mereka bercanda, dan rifai memperhatikan semua nya termasuk riani. Dia melihat sosok riani yang sedikit tersadar jika dia melihat rintihan sakit sekilas pada riani.

Dan riani tersadar jika rifai memperhatikan, dan dia menoleh dan melotot. Rifai kaget dan mengalihkan seakan tidk melihat apa2.

Tiba di hutan Rifai mencari sinyal, dan berhenti di suatu pohon, itu tempat riani bergelantungan saat kecelakaan, Ph menghampiri rifai

PH : Rifai.. ini pohon tempat riani tersangkut saat kecelakaan, aku gak bisa mikir jika tidak ada pohon riani pasti berakhir di jurang.

Rifai : -Kaget dan mata menuju Curang di depan yang hanya 2 km lagi- ….

PH : Maaf kan prilaku nya tadi pagi ya, dia gadis baik, hanya iseng pada temen2 nya. Biasa selain temen dia biasanya menjaga sopan santunnya. Hanya pada kita dia menjadi diri sendiri sedang pd org lain dia menjadi org lain.

Rifai : Iya bang levi. –sambil mencoba mengubungi keluarga-

Tut tut tut tut….. tidak ada jawaban panggilannya.

PH : Gimana ?

Rifai : Nihil, Mungkin lagi pada sibu.

Selang beberapa menit.. hp pun bordering

Rifai : di tlp balik ? bentar bang… aku akan tlp dulu

PH : - Menggangguk-

Rifai berbicara dg keluarga tentang keaadaan, dan membatasi waktu tlp, krna batrei hp nya lowbet. Mematikan dan mengirimkan lokasi nya.

PH berkumpul dg yg lain di sungai.

Saat PH dan Rifai.. di sungai

CA : Rafi, sahir dan nina.. AKu minta maaf ya sama kalian jika selama ini aku banyak nakal, kalian sahabatku dan aku menyangangi kalian dan juga cutbang.

All : -heran dan kaget- dan senyum dan mereka merespon dengn positif tanpa tahu kalau riani sudah tau kebenarannya.

PH : ada apa ni ? Apa aku ketinggal event ?

CA : aa cutbang… gimana pria songgong itu ? sdh bs menghubungi keluarga ? –Penasara-

PH : -mengelus kepala riani- Rasa penasaran tinggi kamu harus di rubah dari sekarang.

CA : -sadar arah omongan cut bang karena efek itu akan di hadapinya- Baik engkau sekarang bos nya.

PH : -Kaget dan curiga riani sudah tau, melirik ke yang lain, dan lain membalas tidak memberitahu apapun-  -menghela- Gadis Nakal yang penurut, bagus.

CA : Senyum Bahagia

Sedangkan yang lain mencoba menutupi nya.

Mereka memulai keisengan mereka, riani gak mau kehilangan moment dg teman2 dan menangisi nasib nya.

CA : Cut bang, Aku udah memikirkan gimana biar desakan gk tergantung pada minyak tanah untuk penerangan.

PH : -penasaran dan kagum- gadis nakal kamu berpikir keras saat koma ?

CA : Cutbang bisa aja. Aku mau coba bantuan kincir air bang. Sahir ada berbicara masalah tegangan saat mengajari ku saat di sekolah, dan aku baru ingat. Aku mau apresiasi kan kebolehan Sahir.

PH : Baik Lah, mari kita bicarakan Besok Siang di Ronda, dan minta Sahir menketsa desainya. Jarak kincir air dg desa lumayan jauh. Kita coba jarak dekat utk keberhasilannya. Dan baru kita kembangakan.

CA : Baik Cut bang.

Dan Rifai mendengar percakapan PH dan Riani, dan tersadar sedikit tentang pribadi gadis nakal itu.

Rifai : Hay Ri, Maaf atas sikap saya tadi pagi, saya berhutang maaf.

CA : - sombong- Bagus jika kamu menyesalinya,,

Rifai : -kesal—diam-..

PH : Gimana fai ?

Rifai : sudah Bang, Hanya menunggu saja sekarang, mungkin sekitar 3 minggu akan tiba.

PH dan CA : mari kita pulang…

Akhinya mereka pulang, dan rifai mematikan HP nya. Dan sering mengikuti aktifitas para remaja itu.

Dan percobaan yang mereka lakukan dan rifai berkontribusi membantu walaupun dia sudah tau. Tidak ada yang tau latar belakang rifai dan kebolehannya, dan rifai pun tidak menceritakan dan dia terharu akan persahabatan dan rasa sopan santun mereka terhadap sesama dan menghargai setiap keputusan.

Akhirnya percobaan mereka berhasil setalah beberapa hal gagal, karena kekurangan bahan membuat pembuatannya. Rifai yang hanya tau penghantar yang ada di kota, sedangkan sahir dan nina mencoba menyamakan fungsi elemen yang di butuhkan. Dan waktu ke waktu mengalamin tingkatan sakit yang nyata minggu ke minggu dan rifai melihatnya. Dan tidak berani mengambil tindakan dg sikap riani yang gak mau di kasihani.

Namun suatu malam..

Riani keluar rumah krna khawatir ibunya mendengar rintihannya dia keluar kehutan.  Dan rifai melihatnya. Dan memanggil bang levi mengabari riri ke hutan. Di jalan sudah ada penerangan, rasa takut itu hilang dan yang menang kesakitan yang membuat riani mengambil keputusan.

PH : rifai tolong kejar dan jaga riani, aku akan menjemput tante.

Rifai : Baik..

Sepanjang perjalan riani sepoyongan menahan sakitnya, rifai mengikuti dan meninggalkan pesan ke levi, abang jangan khawatir aku kan mengejarjan. Berdasarkan pribadinya jangan bawa tante terlalu dekat, takutnya mengusik emosinya malah membahayakan nya.

Riani kepleset dan Jatuh di dekat kincir Air. Akhir nya rifai pun berhasil menangkap dan tergelincir bersama.

CA : Ngapain Kamu ngikuti aku, pergi sana ?

Rifai : Ri disini bahaya, kamu jangan membahayakan dan menahannya Sendiri. –sambil memeluk-

CA : Kenapa ? Kenapa harus hilang ingat –gak rela- kenapa harus low.. why.. I know im stupid girl, but please jangan hilang ingatan, aku gak mau menyusahkan orang, aku gk mau tergantung pada oaring, aku gak mau membuat mamak harus mengurus aku –jerit dan terisak-

Ternyata ibu CA dan PH berhasil menyusul cepat dan mendengar. Hati mereka terhayut dalam kesedihan dalam dan menangis, kaget jika selama ini riani sudah tau dan berhasil menyembunyikan dari mereka, dan lagi2 mereka gagal dalam berakting.

Rifai : Coba piker apa yg sudah kamu perbuat semasa kamu masih ingat, gak akan ada yg keberatan dg kamu yang akan dating. Mereka keluarga akan tetap jadi keluarga.

CA : Mereka menyembunyikan ini dari aku, tak ada yang satu pun yang bicara langsung. Aku benci Meraka.

PH bergerak ingin mendekati, dan di tahan ibu CA, jangan vi. Biar kan riani membuka semuanya. Kita tetap kalah menyembunyikan sesuatu rahasia, dan kita gk akan akan sebagus dia menyembunyikan rahasia, dan ibu CA histeris. Dan levi ikut menangis.

Rifai : -menahan kesedihan- Kamu artis yang professional, dan mereka artis buruk. Itu lah perbedaan kamu dg mereka…. Jangan salahkan mereka dg Akting buruk.

CA : - Menangis dan menjerit- aaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… aku sayang mereka fai, aku sayang mamak, mereka imajinasi ku utk berkreasi. Tapi mereka jahat. Kamu bener aku adalah artis dengan Akting yang bagus, dan aku tak boleh Kalah .. –Optimis-

Rifai : -Terenyah perasaan- dan memeluk erat- Aku percaya itu

CA : Makasih……

Dan malam itu terlewati dan riani tertidur dalam pelukan rifai karena kelelahan berpikir. Dan PH dan ibu CA menghampiri sambil mencium kening dg tetasan airmata. Kamu Mutiara Kampung ini Ri…

----- Esoknya

CA : Bangun dan melihat rifai di sebelah nya…. –menjerit- Aaaaaaa.. ngapain kamu disini?

Rifai : -kaget terbangun- ri kageti aja.. siapa suruh kamu gk lepasi genggaman tangan kamu, aku gk bisa kemana2 tau.

CA : -melihat tangan- dan melepaskan… Maaf

Ibu CA mendengar jeritan masuk,

Ibu CA : Kenapa ?

CA : -Langsung menjauh- pria mesum ini ada di kamar dan aku kaget.

Ibu CA : -ketawa kecil- Hust.. Nak rifai itu gk bs pergi krna kamu pegang erat, kamu keluar tanpa permisi, dan pingsan di ronda, nak rifai membawa kamu pulang semalam, kita belima tidur disini.

CA : Berlima ?

Ibu CA : Iya, smlm kamu panas tinggi, krna kamu pegangan kamu kuat sampai levi juga gk bisa misahi, karna kalian bukan muhrim akhirnya kita tidur berlima satu ruang ini. Mama, kamu, rifai, levi, dan nina Dan bubar saat subuh.

CA : -Malu- Oh gitu… maaf atas kesalahpahaman ini.

Rifai : -Senyum Licik dan berbisik- Body kamu bukan selera aku.

CA : -Murka- Kamu ? –menahan emosi krna masih ada mamak dikamar- Baik lah mak.

Ibu CA : Hayu sarapan..

Dan mereka pun sarapan, dan riani akhirnya perlahan melalui efeknya. Seperti semalam. Dia melupakan. Dan tangisan kecil menjerit pada ibu nya yang menahan dan di kuatkan oleh rifai melalui genggaman dan gelengan.

Rifai : Makasih tante, aku balik ke rumah dulu untuk bersih-bersih.

CA : -Melirik baju kotor rifai dan mengulang ingatan tentang semalam, karna kotoran aneh di baju nya- berbisik dalam hati.. ‘itu bukan kotoran ronda, dia menyembunyikan sesuatu’ dan terenyah riani seketika sadar jika dia sudah mulai mengalami hilang ingatan dan berlari kekamar dan menahan tangisan. Kemudian ngelap airmata dan meminta izin ibu nya utk keluar ketemu nina.

Ibu CA : Ya allah.. cobaan ini sungguh menghancurkannya. Kuatkan anak hamba ya allah.. dia satu2nya peninggalan suami hamba satu2nya yang paling berharga di dunia ini… -menangis merintih-

Riani bergegas berjalan menuju rumah kepala desa, ingin menanyakan tentang semalam.

Kepala Desa : Nak riani, gimana keadaan kamu ? dan buru2 mau kemana ?

CA : Iya bapak, Alhamdulillah Baik, aku mau ketemu rifai ada yang mau di tanyakan tentang lampu penerangan.

Rifai : Kenape Neng ?Baru semalaman pegangantangan, mau apa lagi neng ?

CA : Huh ? –menjitak alias gk berhasil- sakit jiwa. Sini bicara, mari kehutan. –menarik menuju hutan-

Diperjalanan rafi melihat dan mengikuti, bagitu juga dg sahir dan nina yg sedang belanja. Dang mengkuti diam-diam. Sampai di hutan

CA : Kamu Pasti tau semalam aku kenapa ? Katakan dengan jujur ?

Rifai : Apa yang harus aku katakana ?

CA : Jangan menguji kesabaran ku? Semalam ada kejadian apa ? kenapa aku gak bisa mengingat apa2?

Rifai : Kamu Panas Tinggi, itu penyebabnya.

CA : Jangan membohongiku, baju mu kotor bukan karna sekitar ronda. Baju mu kotor karna tanah yang aku injak ini.

Rifai : -Kaget dengan nalar nya- -hela nafas- Baik aku akan cerita.

Rifai sadar bahwa temen-temen nya mengikuti dari belakang dan sedang bersembunyi di balik semak.

Dan rifai mulai cerita kejadian semalam. Temen-temannya kaget ketidaktahuan mereka kalau riani tau dari awal tentang penyakitnya, dan mereka menangis. Nina gak sanggup tahan langsung keluar menangis dan memeluk Riani. Riani kaget mengetahui temen2nya mengikutinya.

Nina : Ri… Kamu jgn marah Kediri kamu sendiri, ada kami yg akan selalu support dan jadi pelindung kamu, kita udah janji persahabatan kita dulu. Maaf aku melanggar kepercayaan kita.. –histeri-

CA : -menanahan tangisan- Nina makasih support, maaf aku juga menyembunyi ini juga dari kalian. Memeluk erat kembali. Ku mohon jangan menangis…

Nina : -menghapus airmata- Baik… aku akan menghapus airmata tapi kamu janji gak akan menyimpan sendiri lagi…

CA : -meledak tangisannya- Baik….

Semua memeluk Riani. Seketika kepala riani sakit…

CA : Ahh.. –memegang kepala- Sakit…… melepas semua pelukan dan merunduk. Jangan lihat aku ,,,.. jangan… aaaaa… saaaaaakiiiiiiitttttt –jeritan-

Seketika ibu CA dan PH mendekati dan memeluk. Dan semua pelukan dilepaskan.

CA : Jangan ada yang dekat, aku mau sendiri. Pleaseee….. jangan buat aku seperti org sakit, aku gak suka... aaaaaaaaaaaaa… sakiiiiiiitttttttttttttttttttttttttt

Rifai Menerobos pertahanan Riani, dan memeluk erat, dan hasilnya riani tenang dengan jeritanya sedangkan yang lain menangis melihatnya kesakitan.

Riani Pingsan, dan kali ini dia tertidur sampai 2 hari, dan waktu berjalan sudah 3 minggu setelah kejadiian, dan penjemputan Rifai mengalami pengunduran karena hujan menghambat penjemputan.

--- di rumah Riani

Rafi : Nin… Kamu udah boleh istrhat, kamu udah dua hari gak tidur.

Nina : Gak Fi, aku gk mau riani bangun aku gak ada, dia sahabat aku yg aku punya, dia yang buat aku dekat kamu dan tau bahwa perasaan aku terbalaskan. Aku gk mau hilang sahabat seperti dia.

Dibalik obrolan Rafi dan nina, Riani sudah sadar Cuma berpura belum sadar krna ingin mendengar obrolan sahabatnya.

Rafi : Aku Tau nin, Aku cinta kamu, dan aku juga gk mau kehilangan sahabat seperti Riri. Tapi jika kamu sakit saat riri bangun siapa yang akan nemenin dia bercanda, belanja, dan member terapi yang selama ini kamu lakukan. Kamu paling tau apa yang harus kita lakukan supaya menolongnya.

Nina : Hiks hiks.. Aku ingin sekolah dokter fi, aku mau dokter bedak kepala. Aku mau nolongin sahabat ku yang berharga.

Rafi : -memeluk nina dg erat- Kamu udah jadi dokter diantara kita, kamu pintar dan paling tenang dalam mengelola emosi, jaga itu saying. Dan lihat riri kita kuat, tubuhnya segar, hanya kemampuannya menurun, dan itu bisa kita bisa jadi tempat inspirasinya berkembang.

Aku sadar sahabatku mencoba yang terbaik, dan aku menyakiti mereka saat aku menyakiti diri ku. Aku gak boleh kalah demi mamak dan sahabatny… -menangis-

Rafi : -Kode Nina- saying lihat gadis nakal kita, mengerjai kita dg tidur lelap nya….. 

CA : Ups… ketahuan, -memegang teling-

Nina : -Jitak riri- Rasakan…. –emosi tapi bahagia-

CA : Makasih, dan Maaf.

Di Pos Ronda

PH : Rifai gimana keadaan Riri ? aku belum sempat menbesukan bbrpa hari ini, aku dan sahir harus mencari akar dan mengolah nya agar bisa jadi penghantar listrik.

Rifai : Sudah membaik Bang, Rafi dan nina menemaninya. Oia mungkin penjemputan aku akan sampai dalam minggu ini, pastinya blm tau, cuaca sedikit menghambat.

PH : oh begitu, emang cuaca sedikit membingungkan.. dan beberapa pagar keliling kampong juga rusak, mungkin ada bbrpa hewan buas yang mencoba masuk ke lingkungan kami. Dan kami harus lebih waspada.

Rifai : Bang Apa aku bisa bawa riri ke kota, di sana ada dokter dan perlengkapan lengkap. Aku akan mencoba mengobatinya.

PH : Bukan ide Buruk Fai, tapi aku gk yakin 100% riri kesana.dia sangat cinta tanah kelahirannya dan gak bisa jauh dg ibu nya. Dia anak yatim dan hanya bergantung pd ibunya, aku gk bs menebak nya.

Rifai : Aku akan mencoba…

PH : jika itu utk kebaikan riri aku akan mendukung mu utk bicara pada bibi.

Rifai : Makasih bang…

-------- Malamnya

CA : Mak Ri keluar ke pos ronda ya, bosan seharian di rumah.

Ibu CA : eh.. anak gadis ngapain keluar mlm2, gak baik.

CA : please deh ma, jangan lebay. Riri udah gedek.

Ibu CA : Baik lah, bayi ku yang mungil tidak mau mendengarkan omongan orgtua yg rapuh ini

CA : -melonjak kepelukan ibunya- lebay dah… muuuachh dah ma

Ibu CA : Ingat jangan pulang Larut, keluyuran jangan jauh2.

CA : -lari- Siap Big Bos

-efek menontop film di IPAD, riri punya banyak kata baru-

CA : Aaaaahh segernya angin malam, dingin sih, Kok kampong sepia mat sih, kayak dikuburan, lagi pada apasih… -sambil berjalan- dan melihat kerumanan dari kejauhan- lah.. itu ada apa ??

Dikeramaian ---

PH : ini Jadwal ngeronda kita, mulai malam ini kita akan mulai siaga, perbatasan kita sudah rusak satu pertahanan. Hanya bisa diperbaiki Besok pagi.

Pak Arif : Siap vi, mudah2n kampong kita bisa aman lagi.

CA : Hallo.. ini ada apa ?

All : Kaget ngeliat Riri yang menyinari mukanya..

Pak Arif : Aaaahh Setaaannnnnnn.. Kampret sidulan botak.

Dulan : Pak Arif…… ?

Pak Arif : Hadeuh nak riri jangan nakal deh.

CA : Hahahhaaaaa… habis Cuma Pak Arif aja yg selalu masih betah kagetan dg becandaan biasanya.

All : ketawa geli

Pak Arif : Hust… nakal sini bapak kasih minyak karet.

CA : AAa. . Ampun Pak gak lagi, itu sungguh Bau. Tapi ngomong kenapa pak ngumpul ?

Dulan : Biasa Ri… pager pertama Rusak, jadi kita mulai Ronda mala mini utk jaga2, karena pager bisa perbaikinya besok. Kamu kenapa malam keluar ri ?

CA : -ngelirik PH- gak ada Om, lagi bosen di rumah, jadi mau duduk di pos ronda.

PH : - mengangguk-

PH : Ya sudah jadwal sudah di sebarkan, kita mulai jam 11 malam, sekarang bubar. Ri sini ayok ke pos.

CA : Baik..

Kami pun berbicara tentang pagar, solusi dan target.

PH : Udah malam, cut bang antar pulang ya.

CA : iya cut bang, mudah2 kembali sediakala ya.

PH: iya kontribusi kamu udah banyak, jadi tenang aja, Bulan depan pembukaan Kuliah sudah akan dimulai, kamu apa mau melanjuti nya ?

CA : -melirik langir- Entah lah bang, sakit ini membuat ku kembali berpikir, jika meninggalkan desa dg keadaan begini bukannya hanya menambah beban pikiran.

PH : Kamu emg bener secara gamblangnya, tapi kamu akan meyerah dg keadaan ? Cutbang denger dikota ada peralatan canggih yang bisa membantu, apa kamu mau coba ?

CA : -hela nafas- Jika itu mungkin Aku mau coba cutbang –mengingat pembicaraan sahabatnya-

PH : -senyum lega- Syukurlah, nanti cutbang bicarakan dg bibi, dan meminta bantuan rifai, katanya dia punya kenalan dokter.

CA : Baik Lah –senyum bahagia-

----Esoknya

Ibu CA : sayang.. memegang tangan anaknya

CA : perlahan bangun… mamak kenapa ? ada hal apa?

Ibu CA : Sayang, levi sudah cerita, dan mamak setuju kamu ke kota. Dan mengenai kuliah kamu, mamak akan ikut kamu kekota saat kuliah.

CA : -gelisah- Mak, aku bukan anak kecil harus di temeni kemana2.

Ibu CA : mamak Tau, tapi mamak gk mau melewati perkembangan kamu, dan mamak juga gak mau jdi beban pikiran kamu jika kita berjauhan.

CA : -Tersentuh- Baiklah, aku senang mendengarnya. Tapi rumah dan kemana kita akan tinggal ?

Ibu CA : Sayang kita bukan org miskin, begini2 mamak ini pembisnis. Rahasia ini mamak sembunyikan dari kamu, ini hasil simpanan alm. Papa kamu semasih hidup. Kita bisa bertahan sampai kamu selesai kuliah dan berobat juga.

CA : Whats ?? 5 M, mak ini nilai nya besar.

Ibu CA : -itu baru satu rekening anakku, maaf rahasia belum bisa di buka semua- mungkin juga bertambah, sudah setahun mamak gak ke kota untuk cek.

CA : mama artis dg akting paling hebat, sambil memeluk.

Ibu CA : Balik Meluk, pa kamu lihat anakmu sudah dewasa, dan mirip kamu.

-------- Rumah Levi

PH : Ambu.. kayaknya dalam dekat ini kita kembali ke kota.

Ibu PH : kenapa ?

PH : Bibi akan membawa riri ke kota berobat dan kuliah, sudah saatnya kita menampak lagi di dunia kota siapa kita.

Ibu PH : huh… ambu udah nyaman di sini, tapi baiklah, karena nona cilik butuh kota, mari kita menampakkan diri kita. – Tampang Sombong- eeitz… ambu harus beres2 cepat ini.. hadeuh bawa apa2 aja ya ?

PH : Ambu .. dikota fasilitas sudah lengkap, ambu bawa diri aja –tepok jidad kebodohan ibunya-

Ibu PH : oh iya ya ambu lupa… hahahahaaaaaa

----- Di Pos Ronda

Sahir lagi mendesain pengamanan, dan nina member beberapa masukan dan rifai lagi membeli makanan kecil dan minuman.

CA : Nina, Sahir,… berlari kecil.

Nina : Hai ri.. gimana keadaan kamu? Sudah membaik ?

CA : Sudah Donk, oia jangan bahas sakit mulu ih, sebel dengarnya.

Nina : Baik.. siap bos.. sambil menyubit pinggang.

CA : Aah.. Sakit.

Nina : Tu kan Bahas sakit, -ngeledek-

CA: -termakan jebakan- Ah jahat…menjebak. Sahir lagi apa ?

Sahir : ini Lagi buat lampu, karena kita sudah mendekati waktu perkuliahan aku mau menyelesaikan program kita utk desa agar bisa tenang kuliah disana.

Nina menyubit kecil di pinggang dan beri kode karena ekpresi riri berubah setelah mendengar kuliah, dan sahir baru sadar dan sembari berkata

Sahir : Maaf kan aku ri.

CA : -senyum- it’s Ok hir, im be okey

Sahir : -senyum Lega- Right.. memeluk sapaan. Tada ini lah desain aku ri,  kamu harus liat ini hasil aku mendengar rancangan kamu dan ini perkembangannya.

CA : Wow amazing, itu sungguh luar biasa sahir.

Sahir : ini ide dari kamu, aku hanya menumpahkan nya ke desain.

CA : -mencoba tegar dengan kenyataan- Aku bahkan gk ingat apa yg pernah aku bicarakan tetapi all be alright now, jadi gak masalah.

Sahir dan nina saling bertatapan sedih, namun mencoba mengikuti suasana riri.

Rafi : Awa riri Toh, duh minumnya mana pas lagi..

CA : Yaudah aku aja yang minum punya kamu, kamu berdua dengan nina aja.

Nina :  -tersipu malu-..

Sahir : pasangan ini membuat aku muntah, sini cepat mau sore ini. Biar cepat selasainya, awas kalau mesra di depan aku.

Rafi : Dasar jomblo ngenes..

Sahir : -Marah- Ulangi ?

Nina : sahir ganteng, aa rafi Cuma menggoda.

All lepas, sahir cemberut.

Sahir : Finish… huh capek nya.

All : Hoooh capek.

CA : temen2, aku dan ibu akan ke kota dalam waktu deket ini utk memulai pengobatan di kota.

All : Apa ? kekota ? Kapan ?

CA : dalam dekat ini.

Nina : jangan sedih begitu ri, kita semua juga akan kekota. Cuma kami akan menyusul kamu. Kita akan selesaikan ini semua sesuai yg kamu harapkan. Tolong jangan kecewakan kankami jika kamu menyerah.-memberi semangat-

CA : -Terharu- Terimakasih temen2, kalian sahabat ku yang berharga. Kita akan berkumpul kembali, please don’t close contac person kita masing2. Ingat rajin buka email.

All : Tentu.

--------Malamnya

Tetiba saat tidur, kepala mulai kambuh lagi, dan riri merintih kesakitan. Saat itu ibu nya lagi ke tempat tetangga krna beberapa hari lagi mau ke kota sembari sekalian izin.

CA : Mak… mamak…. Ri minta tumbukan obat taruh dimana ? riri lupa ibunya keluar..

Tanpe menunggu respon riri langsung insiatif mencari… dan alhasil semua berjatuhan membuat keributan rumah. Dan saat bersamaam PH dan Rifai Baru pulang dari Ronda mendengar keributan dari rumah CA dan langsg memeriksa kedalam. Kaget bukan kepala semua hancur, dan mereka mencari riani.

Rifai bergegas mencari riri dan di ikuti dengan cut abang, dan mereka mendapati riani menumbuk obat dengan kesakitan… mereka langsung mendekati riani yang menangis kesakitan berharap obat itu bisa di gunakan setelah di tumbuk.

Rifai : Ri.. Kamu baik2 aja kan ? –kaget dan langsg memeluk- tenang aku dan abang udah disini. Yuk masuk.

PH : bawa riri masuk fai, aku akan mengiling obat nya.

CA : Sakit Fai, aku gak sanggup nahannya. Aku mau obat itu sekarang.

Rifai : memeluk Erat, iya kamu sabar. Aku bantu kamu kekamar dan bantu ngurangi sakitnya.

Rifai melakukan pergerakan sesuai yang di ajarkan nina pad any a. dan itu berhasil membuat riri tenang dan tidak terlalu meringkis kesakitan. Riri memegang erat lengan baju rifai. Kemudian PH sampai dengan obat. Dan di olesin ke kepaala nya.

PH : ini hanya obat meredakan sakit, bukan menyembuhan. –mengehela nafas-

Rifai : ini sudah cukup membantunya bang, nina emg banyak pengetahuan tentang banyak obat.

PH : Iya, makanya dia di beri beasiswa atas prestasinya oleh satu perusahaan.

Rifai : Aku juga ingin jadi sponsor utk beasiswanya kelak di perusahaan.

PH : -senyum- Kamu percayakan saja segala sesuatu warga dsini bisa mengatasi tanpa meminta.

Rifai : iya bang.

Rifai menemani riri, dan levi memberesin semua yang sudah di hancurkan riri, dan ibu CA Pulang.

Ibu CA : levi.. ada di sini -dan melihat sebagian yg belum di bersihkan- udah tenang riri ?

PH : udah tante, tadi kita denger keributan, tante dari mana ? tumben gak ngabarin jika keluar utk jaga riri.

Ibu CA : -Mencoba tenang dari gelisah- Dari tetangga sekalian permisi utk keberangkatan. Tadi tante kerumah, mau bilang ke kamu, tapi kata ambu kamu, kamu nya lagi klwr sama rifai. Riri juga tante tinggalin kondisi sudah istrahat, kiraib bakal gak kambuh kalau dia sudah tidur –sedih-.

PH : Gpp tante, sekarang riri udah tenang, ada rifai di dalam yang jagain.

Ibu CA : hah … Nak Rifai ? syukur deh, riri itu keras dan membatasi pergaulan, gak nyangka nak rifai bisa buat dia terima di sekitar riri.

PH : -senyum- Iya tante…..

Ibu CA : yaudh sini tante lanjutkan bersih2 nya, kamu kekemar riri aja,

PH : gpp .. tante aja kesana, aku tau tante kepengin lihat keadaannya.

Ibu CA : - menghela nafas- Huh… emg kamu paling mengerti, terimakasih ya.

Memasuk perlahan dan menghilangkan kekhawatirannya.

Ibu CA : Nak rifai makasih ya, maaf merepotkan.

Rifai  : Makasih Tante, Tapi aku di pegang erat lagi sama riri, - mencoba cari solusi-

Ibu CA : Hahaaaa… dia mirip dengan alm. Papa nya, kalau sakit pegangannya erat. –bercanda kecicl-

Rifai : Huhuhuuu… pegal Tante.

Ibu CA : Makasih ya nak rifai, maaf merepotkan. –menengelus kepala riri dan kiss night- gudnite gadis nakal mama…

Rifai : -senyum iri- tante riri beruntung dapat ibu yang perhatian…

Ibu CA : -Kaget dan langsung Peka- Kamu juga anak tante, -memegang kepala rifai and say- gudnite pejaka manja dg lembut.

Rifai : -terharu dan bahagia- thank and gudnite to you

PH : Rifai aku sudah sampaikan kamu menginap lagi malam ini, aku akan temenin kamu tapi aku ke pos ronda dulu.

Rifai : Baiklah, terimakasih abang.

Levi meninggalkan ruangan dan rifai melihat riani sambil berkata.

Rifai : Ri aku iri akan semua yg kamu miliki, semua harta yang berharga. Dan aku tau kamu layak di lindungi. Terimakasih allah engkau membuka mata dan member kesempatan utk meraskan kehangatan sebuah keluarga dan persahabatan, ini sungguh nilai yang tiada tara. –kiss nigt- gudnite Cahaya Ku, kau cahaya dan jalan arahku. Dan tertidur di kursi sebelah riri.

Ibu CA masuk dan menyelimuti anak2 nya dan membuat lingkungan nyaman dg aroma terapi.

-----------  Esoknya

Ibu CA : Nak rifai Bangun…. –memegang lembut-

Rifai : Perlahan bangun dan kaget, ah iya ibu maaf. –sambil ngelap wajah kacau nya-

Ibu CA : sarapan sudah ada, dan handuk itu lap ences kamu,, hheee juga tersedia ya.

Rifai : -Malu- Lelah tapi dia istrahat dg nyenyak padahal posisi duduk –berpikir-, apa aku mulai nyaman tidur dg posisi duduk ? atau kerena pegangan tangannya????

Rifai melepaskan dengan lembut. Rifai meninggalakan kamar riani dan membersihkan diri. Dan saat kembali riani sudah sadar dan keget karna berpas pasnya depan kamar mandi.. dan mereka pun kepleset berdua an, dan rifai merespon melindungi kepala riani agar tidak ada benturan alhasil menghasil kan posisi aneh. Rifai dibawah dan riani diatas.

Berdua : Aaaaaaa….. –kaget-

CA : Maaf dan Makasih

Rifai : - Malu- ya gpp.. besok2 cobalah sedikit waras, jgn mengganas seperti tadi.

CA : -Malu dan memerah- Maaf…..

Perubahaan dimulai saat itu……mereka sarapan dg diam. Tanpa sadar bang Ph dating.

PH :  Suasana apa ini ? Suram…  (Bersambung …)

Mohon kritikan dan saran untuk keutuhan cerita

Comments